Gambar

Kereta Buatan Indonesia

(PT INKA)

PT Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek (KCJ) akan menambah armada gerbong kereta api sebanyak 20 unit. Sekretaris PT KCJ, Makmur Syaheran, menyebutkan bahwa 20 unit KRL seri JR 203 yang baru saja dibeli dari Jepang sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Keseluruhan gerbong kereta KRL tersebut akan ditambah berbagai aksesori dan disertifikasikan di Balai Yasa Manggarai sebelum digunakan. Rencananya kedua puluh gerbong kereta KRL tersebut akan dioperasikan pada bulan Oktober 2011 mendatang.

Komentar :

Saya merasa sangat bersyukur karena sekarang para konsumen pengguna jasa kereta api lebih diperhatikan. Saya sebagai salah satu konsumen pengguna jasa kereta api telah merasakan manfaat peningkatan pelayanan komuter di Jakarta. Jadual kereta lebih sering datang, lebih nyaman, lebih longgar keretanya karena frekuensi kedatangan kereta lebih sering, dll.

Saya ingin mengomentari mengenai kebijakan mengimpor gerbong KRL dari Jepang. Kita, Bangsa Indonesia, telah memiliki industri kereta api PT Inka di Madium. Pertanyaan saya adalah, apakah PT Inka tidak mampu memproduksi gerbong-gerbong sesuai spesifikasi apa yang dibutuhkan oleh PT KCJ? Mengapa kita harus mengimpor, jika bangsa sendiri sudah mampu memproduksi?

Kita beruntung Jepang tidak begitu memperhatikan industri kereta api sebagaimana Jepang ingin menguasai pasar mobil di Indonesia, sehingga pada tahun 1981, Bangsa Indonesia sempat membangun industri kereta api. Seandainya Jepang memperhatikan industri kereta api Indonesia, tentu sampai sekarang Bangsa Indonesia tidak akan memiliki industri kereta api, sebagaimana Bangsa Indonesia sampai sekarang tidak memiliki industri mobil.

Saya ingin sekali melihat Bangsa Indonesia fanatik dengan barang produksi Bangsa Indonesia sendiri. Hal ini sangat menghidupkan industri dalam negeri, sehingga semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang terserap. Jadi untuk menyerap tenaga kerja Indonesia tidak harus mengundang investor luar negeri. Pemerintah seharusnya memberikan kesempatan industri-industri yang sudah ada di dalam negeri sendiri untuk dapat berkembang dengan memberikan kepercayaan memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan di dalam negeri, misalnya Industri Kereta Api PT Inka. Masih kurang cukupkah jalan raya di Indonesia dijejali merek-merek Jepang, lalu sekarang rel-rel kereta api di Indonesia harus dipenuhi dengan gerbong-gerbong kereta api merek Jepang, padahal Bangsa Kita sudah memiliki Industri Kereta Api sendiri?

Jakarta, 9 Agustus 2011

Sumber :

Koran Tempo, Selasa, 9 Agustus 2011

http://www.inka.web.id/?page_id=10 (Diakses Selasa, 9 Agustus 2011 jam 11.00 WIB)