Mari kita bangun dan bersyukur walau kita tidak belajar banyak hari ini, setidaknya kita belajar sedikit, jika tidak belajar sedikit setidaknya kita tidak sakit, dan jika ternyata kita sakit, setidaknya kita tak mati.

Karena itu marilah bersyukur.

(Sidharta Buddha Gautama, 563-483 SM)

Bersyukur adalah sesuatu yang mudah diucapkan, tetapi sangatlah sesuatu yang sangat harus diperjuangkan untuk dilaksanakan. Bersyukur adalah suatu tema yang sangat sering diajarkan oleh tokoh-tokoh spiritual manapun. Ucapan “alhamdulilah” adalah suatu ekspresi rasa syukur dari orang-orang yang beragama Islam. Ucapan “Terpujilah Tuhan” adalah suatu ekspresi rasa syukur dari para umat Kristen.

Berikut adalah ajaran Alkitab mengenai bersyukur :

“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.”
(Kol. 3:17)

Mengapa kita harus bersyukur? Karena mengucap syukur akan melatih kita untuk tetap berpikir positif. Tentu saja dengan berpikir positif, segala hal baik yang Tuhan sediakan untuk kita akan terwujud bagi kita, termasuk kesehatan, kemakmuran, kebahagiaan, dll.

“Lagi berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun:”Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut kepada-Ku? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel kepada-Ku telah Kudengar. Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu.”
(Bilangan 14:26-28)

Perhatikan Firman Tuhan di atas, sebagaimana kita mengatakan sesuatu di hadapan Tuhan, demikianlah akan Tuhan perlakukan kita. Masih beranikan kita bersungut-sungut?

“Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi. Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
(Yak 3:2-5)

Mulailah kita belajar mengucap syukur kepada Tuhan. Karena apa yang kita ucapkan dengan lidah kita secara berulang-ulang akan terekam oleh bawah sadar kita. Apa yang terus-menerus yang direkam di bawah sadar kita akan membentuk batin kita. Sebagaimana batin kita, itulah yang akan Tuhan lakukan terhadap kita.

Jakarta, 2 Agustus 2011