Gambar 

Jalan Rusak Desa Mungguk Gelombang

Yusak, Kepala Desa Mungguk Gelombang, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang mengancam akan mengibarkan bendera Malaysia di desanya. Hal ini disebabkan karena desa tersebut  tidak mendapatkan perhatian pembangunan yang layak dari Pemerintah Indonesia.

Tingkat pendidikan di daerah ini terbilang sangat rendah. Dari seluruh penduduk, hanya belasan orang yang lulus SMA, 20 persen lulus SMP, 50 persen lulus SD, dan sisanya putus sekolah dan tidak pernah sekolah.

Sekretaris Desa Mungguk Glombang, Wahyudi, mengatakan, di desa tersebut hanya ada satu sekolah, yakni SDN 30 Mungguk Gelombang. Dua sekolah lainnya merupakan sekolah kelas jauh (cabang SDN 30). Kekurangan lain adalah masalah kesehatan dan penerangan. Jalan yang ada di desa tersebut juga tidak pernah dibangun oleh pemerintah, tetapi oleh perusahaan

Komentar :

Saya sangat sedih mendengar berita tersebut. Negara Indonesia tercinta yang berlimpah-limpah kekayaan alam, budaya, dan manusianya bagaimana bisa terperosok ke dalam kemiskinan dan kekumuhan? Kemerdekaan 66 tahun ternyata tidak bisa dinikmati oleh masyarakat pinggiran negara ini. Jangankan masyarakat pinggiran, masyarakat pusat kota Jakarta juga banyak orang miskinnya. Masyarakat Irian Jaya (Papua) yang kekayaan alamnya luar biasa,  disedot habis tanpa sisa oleh perusahaan asing, sedangkan penduduknya masih banyak yang menggunakan koteka.

Saya punya pengalaman mengenai hal ini. Pernah sewaktu kebaktian akan diadakan di gereja saya, saya ketemu dengan seorang gadis bule cantik. Dari dandanan dan gaya bicarannya sih, gadis bule cantik ini bukan dari golongan miskin. Setelah ngobrol dengan dia dan tanya sana-sini (tau banyak sana-sini sih, Bahasa Inggris saya dan dia sama-sama rata-rata), terbukalah informasi mengenai dia. Ternyata dia adalah seorang gadis keturunan Indonesia yang kakeknya membela Belanda ketika jaman perang kemerdekaan. Ketika negara ini merdeka, kakek gadis Londo (Belanda) tersebut memilih ikut Belanda balik ke negara mereka. Di sana sang kakek menikah dengan gadis Londo. Ternyata sodara-sodara, keputusan kakek gadis tersebut sangat baik. Buktinya adalah keturunan kakeknya dalam membela Belanda di dalam keadaan makmur dan sejahtera. Bandingkan dengan para pejuang kita yang banyak hidup di bawah garis kemiskinan.

Gambar

Veteran KemerdekaanIndonesia

Bandingkan nasib pejuang kemerdekaan negara kita di atas dengan para keturunan mereka yang memilih Belanda, maaf jauuuuh lebih baik keturunan mereka yang membela Belanda. Seandainya kakek pejuang di atas membela Belanda, pasti nasib dia dan seluruh keturunannya lebih baik dari sekarang.

Jangan salah, saya cinta negara Indonesia. Saya termasuk orang yang memaki-maki Malaysia ketika mereka merampas Pulau Sipadan dan Ligitan. Tetapi jika ditanya apakah penduduk Sipadan dan Ligitan lebih baik daripada Penduduk Desa Mungguk Gelombang, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang. Saya yakin benar bahwa penduduk Sipadan dan Ligitan nasibnya lebih baik.

Bangsa Indonesia yang saya cintai, ayolah mengelola kekayaan alam, budaya, dan manusia Indonesia dengan benar. Lama-kelamaan saya juga siap mengibarkan bendera asing supaya nasib saya dan keturunan saya lebih baik dalam kemakmuran dan kesejahteraan nih.

Jakarta, 8 Agustus 2011.

Sumber :

http://id.berita.yahoo.com/alasan-mengapa-warga-ri-ingin-kibarkan-bendera-malaysia-190130196.html (Diakses Senin, 8 Agustus 2011 jam 12.00)

cahngemplaktulungagung.blogspot.com (Diakses Senin, 8 Agustus 2011 jam 12.00)