Gambar

Lubang Eksploitasi Tambang

Irian jaya

Irian Jaya (Papua) adalah wilayah yang tidak henti-hentinya mengalami konflik. Pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan kedaulatan Indonesia atas propinsi tersebut. Salah satu usaha Pemerintah Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia atas Irian Jaya adalah dengan menggunakan TNI. Jumlah personel TNI yang saat ini ditempatkan di Irian Jaya adalah 14.842 orang. Mereka terdiri dari 13.000 prajurit TNI Angkatan Darat, 1.272 anggota TNI Angkatan Laut, dan 570 prajurit Angkatan Udara. Jumlah TNI yang ditempatkan di Irian Jaya cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Komentar :

Papua adalah suatu propinsi yang sungguh kaya raya.  Propinsi Papua di bidang pertambangan, provinsi ini memiliki potensi 2,5 miliar ton batuan biji emas dan tembaga, semuanya terdapat di wilayah konsesi Freeport. Di samping itu, masih terdapat beberapa potensi tambang lain seperti batu bara berjumlah 6,3 juta ton, barn gamping di atas areal seluas 190.000 ha, pasir kuarsa seluas 75 ha dengan potensi hasil 21,5 juta ton, lempung sebanyak 1,2 jura ton, marmer sebanyak 350 juta ton, granit sebanyak 125 juta ton dan hasil tambang lainnya seperti pasir besi, nikel dan krom.

Kekayaan Propinsi Papua di bidang kekayaan hayati juga sangat luar biasa. Daratan Papua sebesar 90% masih tertutup hutan (semoga tidak terlalu berkurang). Lebih dari 150 varientas di hutan itu merupakan tanaman komersial. Hutan di Papua mencapai 3l.079.185,77 ha, terdiri atas hutan konservasi seluas 6.436.923,05 ha (20,71%), hutan lindung 7.475.821,50 ha (24,05%), hutan produksi tetap 8.171606,57 ha (26,3 %), hutan produksi terbatas 1.816.319 ha (5,84%), dan hutan yang dapat dikonversi 6.354.726 ha (20,45%). Ditambah areal penggunaan lainnya 821.787,91 ha (2,64%)

Kekayaan kelautan Propinsi Papua juga sangat luar biasa. Kekayaan Papua di bidang kelautan yang kurang besar di sepanjang 1.170 mil garis pantai yang dipenuhi ribuan pulau pulau kecil, memiliki terumbu karang terkaya dan terbaik di dunia. Propinsi Papua juga memiliki hutan bakau terluas dan terbaik di dunia, dengan berbagai jenis ikan mulai dari pelagis besar, kecil, kerapu, udang, teripang, kerang, dan lain lain. Potensi lestari perikanan Papua sebesar 1.404.220 ton per tahun, dengan produksi tahun 2005 mencapai 209.210,3 ton, meningkat 13,29% dibanding produksi 2004 yang hanya mencapai 180.612,4 ton. Dari produksi perikanan, 95,83% merupakan hasil produksi perikanan laut dengan nilai produksi selama 2005 mencapai Rp. 2.215 miliar atau menurun 44,86% banding 2004 yang mencapai Rp 2.451 miliar.

Tetapi apakah kekayaan alam Papua mendatangkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi penduduknya? Foto berikut masih bisa ditemui di Papua sekarang ini :

 

Gambar 

Masyarakat Papua

Ini negara sudah merdeka 66 tahun, pengambilan kekayaan Papua sudah berpuluh-puluh tahun dilakukan, tetapi penduduk asli Papua masih seperti di atas. Pertanyaannya adalah, kekayaan alam Papua itu siapa yang menikmati? Bangsa Indonesia secara keseluruhan, segelintir Bangsa Indonesia, atau perusahaan yang mengeruk kekayaan Papua?

Kemerdekaan Indonesia adalah perjuangan dengan menggunakan diplomasi dan senjata. Perjuangan diplomasi tanpa adanya Tentara Rakyat Indonesia, kemerdekaan Indonesia tidak akan terjadi. Perjuangan senjata tanpa adanya diplomasi, kemerdekaan Indonesia tidak akan terjadi. Untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Papua, perjuangan diplomasi dan senjata harus tetap dilakukan. Senjata diperlukan karena memang kenyataanya ada gerakan separatis di Papua untuk memisahkan Papua dari Indonesia. Perjuangan diplomasipun diperlukan. Pertanyaannya adalah diplomasi kepada siapa? Perjuangan diplomasi adalah perjuangan memenangkan hati bagi pihak lain. Perjuangan diplomasi seharusnya ditujukan kepada rakyat Papua/Irian Jaya. Mereka harus menikmati kemakmuran dan kesejahteraan hasil kekayaan alam mereka yang dikeruk.  Kalo perjuangan senjata tidak diikuti oleh perjuangan diplomasi untuk memenangkan hati orang-orang Irian Jaya, jangan harap kemelut di tanah ujung timur Indonesia akan mereda. Masih ingat kasus baru-baru ini, dimana Yusak, Kepala Desa Mungguk Gelombang, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang mengancam akan mengibarkan bendera Malaysia di desanya pada tanggal 17 Agustus 2011 ini? Ini karena rakyat Indonesia sebagian besar tidak menikmati kekayaan alam yang katanya berlimpah-limpah di negara ini.

Sekarang berapa anggaran untuk menempatkan personel TNI di Papua? Saya yakin sangat besar. Anggaran tersebut membengkak dari tahun ke tahun karena jumlah personel TNI selalu bertambah dari tahun ke tahun. Pertanyaannya mengapa anggaran tersebut tidak dibelanjakan untuk kemakmuran dan kesejahteraan Rakyat Irian Jaya? Mengapa kita menghabiskan anggaran untuk menjaga “kedaulatan” perusahaan non Indonesia untuk membawa kekayaan Indonesia ke luar wilayah negara ini? Mengapa kita tidak mengeksplorasi kekayaan alam Papua dengan perusahaan sendiri bagi kekayaan Bangsa Indonesia sendiri, termasuk Rakyat Papua? Mengapa kita sebagai bangsa hanya pintar membuat alasan mengapa kita tidak bisa mengelola kekayaan alam sendiri sehingga masih membutuhkan investasi asing untuk mengelola kekayaan alam sendiri. Ternyata merdeka selama 66 tahun tidak mengubah mental bangsa ini sebagai kacung untuk mengangkut kekayaan bangsa sendiri ke luar negeri demi kemakmuran bangsa-bangsa asing dan golongan sendiri di atas penderitaan bangsa sendiri.

Jakarta, 10 Agustus 2011

Sumber :

Koran Harian Seputar Indonesia, Rabu 10 Agustus 2011

http://beeglay.multiply.com/journal/item/4558/Penjajahan_Bangsa_Indonesia_Belumlah_Usai..

(Diakses Rabu, 10 Agustus 2011 jam 11.15)

http://wwwpapuabloggspotcom.blogspot.com/2009/09/kekayaan-alam-papua.html. (Diakses Rabu, 10 Agustus 2011 jam 09.50).

http://matanews.com/2011/08/01/uang-melimpah-papua-tetap-kere/